Dimulai Dengan yang Sederhana

“Minimal apabila seorang tidak bisa menjadi da’i, ia bisa menjadi perantara dakwah di jalan Allah”

Saya tersentak ketika membaca kalimat ini dalam buku “Selagi Masih Muda” karya Dr. A’idh Al-Qarni, M.A. Dalam pemabahasannya dilanjutkan dengan sebuah hadits yang berbunyi,

“Sungguh, jika Allah memberikan hidayah kepada satu orang saja melalui perantaraan kamu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah” (HR. Bukhari Muslim)

Unta merah adalah jenis unta yang terbaik. Ini adalah penggambaran bahwa tindakan menjadi perantara hidayah pada satu orang saja adalah suatu tindakan yang terbaik bahkan digambarkan lebih baik dari suatu yang terbaik.

Allah tidak pernah menuntut kita melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan. Tidak pernah menuntut kita melakukan sesuatu yang melebihi kapasitas kemampuan yang kita punya. Namun kita harus menyadari betul potensi yang kita punya dan di sisi mana kita bisa melakukan kebermanfaatan sesuai potensi itu. Pun untuk melakukan hal yang sederhana sekalipun Allah menjadikan dengan ganjaran yang luar biasa. Kita mungkin terkadang terlupa akan hal-hal kecil ketika kita menetapkan mimpi atau visi yang besar. Padahal hal-hal kecil yang kita lakukan secara konsisten itulah yang akan menjadi bantu loncatan untuk mencapai visi besar itu. Kadang kita memiliki mimpi yang begitu besar sampai kita lupa bahwa mungkin saja kita tidak punya kemampuan kearah sana. Bisa jadi kita lupa melakukan hal-hal kecil yang sebenarnya sangat mungkin untuk kita lakukan.

Bukan maksud untuk mengecilkan visi, tapi hanya ingin mengingatkan diri bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan sesuai yang kita bisa. Tidak perlu menunggu menjadi orang besar baru setelah itu berbuat dan bermanfaat. Kalau bisa melakukan hal-hal kecil namun itu bermanfaat kenapa harus menunggu suatu momen besar terlebih dahulu. Bukankah yang kecil itu jika diakumulasikan akan menggunung dan menjadi besar. Ingatlah bahwa hal kecil yang secara konsisten kita lakukan akan membawa kita dalam potensi yang terus meningkat lalu akan membawa kita menjadi orang besar.

Untuk berdakwah tidak perlu menjadi seorang kiyai atau seorang ustad. Sampaikanlah setiap kebaikan walau hanya sepotong ayat, tunjukanlah kebaikan walau hanya sekedar menyingkirkan duri dari jalanan. Berlakulah baik dengan akhlak yang mulia, itu akan menjadi teladan dan suatu saat tanpa kamu sadari orang lain akan mengikuti hal yang baik yang kamu lakukan. Bukankah seperti itu adalah dakwah?

Dalam bahasan selanjutnya penulis buku ini memaparkan sebuah kutipan dari QS Yusuf ayat 103, yang berbunyi,

“Dan, Sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.”

Orang yang menyangka dirinya kelak akan memperbaiki seluruh dunia, tentu hanya akan menjadi sebuah hayalan. Allah telah menjelaskannya terang dalam ayat ini. Bahkan sampai hari kiamat pun akan tetap ada orang yang ingkar kepada Allah dan Rasulnya. Kita tidak bisa mengharapkan bahwa semua orang akan berkomitmen, lurus, dan mendapatkan hidayah. Karena selamanya akan selalu ada orang-orang yang berpaling bahkan menentang. Bahkan di era Rasulullah sekalipun tetap ada kelompok-kelompok yang tidak sejalan dan menolak bahkan menentang terang-terangan risalah yang Beliau sampaikan. Orang-orang yang berlawanan pasti selalu ada karena itu adalah sunatullah, selamanya segala sesuatu akan selalu berpasangan.

Boleh saja bervisi besar tapi jangan pernah menunggu besar untuk berbuat. Tidak perlu putus asa melihat lingkungan yang tak kunjung berubah, kondisi masyarakat yang tetap sama. Percayalah tetap fokus pada dirimu yang terus bermanfaat. Karena kita tidak pernah tahu kapan hidayah itu datang dan kepada siapa ditujukan. Dakwah adalah jalan yang panjang dan tidak pernah mengenal ujung karena sampai kapanpun akan ada orang-orang yang belum mendapat hidayah.

Bermanfaat bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dalam kondisi apapun, dan dalam bentuk apa saja sesuai kemampuan dan potensi yang kita miliki. Itu akan menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang disekitarmu. Itu adalah dakwah. Bahkan tanpa berucap orang-orang akan tahu bahwa itu adalah kebaikan dan mereka akan mengikutinya.

4 komentar:

  1. melakukan kebaikan dimulai dari hal2 kecil

    BalasHapus
  2. wah pas banget nih nes, penyakit lama saya dari dulu :p
    ditunggu tulisan2 selanjutnya ya

    BalasHapus
  3. semua di mulai dari hal yg terkecil

    BalasHapus