Prioritas Itu Bukan dari Atas Kebawah

"berbicara soal prioritas bukan berarti mendahulukan yang satu diatas yang lain melainkan bagaimana membagi porsi yang adil(sesuai dengan hak dan kewajibannya) untuk masing-masing bagian.."

Amanah seorang muslim lebih banyak dari waktu yang tersedia

selamat menempatkan prioritas

Dia yang Paling dan Maha Tahu

___"ya Alloh jika ini adalah jalan yang terbaik untuk ku, agamaku, dan orang-orang yang kan terpengaruh oleh hal itu, maka maka perjelaslah dan berikan saya kemudahan untuk menempuhnya.."

diantara kebingungan dan kejelasan
menuju kepastian takdir yang telah tertulis dan tertata rapih
jatinangor,12 Maret 2010
23.04

"??" Tapi Inilah Aku

Menemukan jawaban yang paling sulit adalah ketika ditanya tentang dirimu orang nya seperti apa? Atau diminta silahkan gambarkan tentang dirimu! Seakan mulut terkunci untuk bercerita dan tangan terhenti untuk mengetik. Padahal sehari-hari mulut ini selalu mengiringi setiap langkah tubuh ini begitu juga jari juga tidak pernah ditinggalkan,tapi kenapa dia tidak bisa menjelaskan. Apakah ia lupa? Atau selama ini tidak memperhatikan?

12 hal tentang saya:

1. Lupa,tadi dimana ya?
Jangan heran jika saya melupakan dimana meletakan kunci kosan,lupa dimana menaroh HP, kebingungan nyari-nyari sesuatu sambil memeras otak mengingat-ngingat. Dan yang paling sering,meninggalkan Flashdisc di computer rental setelah menge-print sesuatu. Apalagi jika sudah berhubungan dengan seseatu yang lebih besar yang harus dipikirkan maka yang kecil-kecil seolah sudah maklum akan saya lupakan dan ditinggalkan. Haha maafkan saya.

2. Fokus dalam arti yang “sebenarnya”
Ini bisa berhubungan sama point nomor satu. Entah,apakah ini sebuah kelebihan atau kekurangan,tergantung situasi yang terjadi dan apa yang lagi dibutuhkan. Disatu sisi bisa fokus dan konsentrasi,tapi disisi lain justru yang lain akan terlupa tidak bisa dikerjakan karena sama sekali tidak bisa multitasking. Yaudah lah anggap ini sebuah kelebihan. Kalau belajar ya belajar,kalau waktu bermain ya main-main dulu, kalau ngerjain tugas yang satu ya selesaikan dulu itu baru kerjain yang lain.^^

3. Kurang peka
Maaf kan saya terutama untuk orang-orang yang merasa tidak terhiraukan, atau tidak bisa saya pahami. Bukan niat hati untuk itu,tapi memang karena mungkin sudah dari sono nya. Maafkan juga untuk orang-orang yang selama ini berhubungan dengan saya sering kali saya tidak bisa memahami perasaan kalian. Bahkan kalau lagi kumat,disaat orang lain disekitar saya nangis terisak-isak,saya hanya akan ikut-ikutan menunduk menunggu air mata yang tak kunjung juga jatuh. Bisa jadi saya akan bertanya sesuatu pada seorang secara blak-blakan padahal dia sedang bersedih. Terutama untuk perempuan,maaf kan saya bukan saya bermaksud demikian, ini memang mungkin karena saya tidak paham dengan perilaku kalian. Tapi saya sudah berusaha sebisa saya untuk memperbaiki hal yang satu ini.

4. Koleris mode: ON
Saya lebih suka meminta orang untuk mengerjakan apa yang ada dipikiran saya. Dengan sifat ini akibatnya saya lebih suka menyuruh daripada disuruh. Ini adalah konsekuensi. Ketika tidak ada orang yang bisa mengerjakan konsepan yang telah saya buat maka sering kali konsepan itu tidak jalan. Atau tetap terlaksana tapi hanya untuk diri saya pribadi.

5. Terstruktur dan terpola
Maka jangan aneh kalau menemukan agenda di HP saya yang berisi apa aja yang harus dilakukan hari ini. Terpaku pada pola,pola yang teratur yang dibuat sendiri sebelumnya. Saya akan sering protes sendiri jika orang mengerjakan sesuatu dengan acak-acakan. Setiap kali akan mengerjakan sesuatu maka saya akan membuat urutannya secara tertulis dari awal hingga akhir. Apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut,harus jelas dulu baru akan muncul ketenangan untuk melakukannya.Kalau tidak,ya akan selalu dihantui keraguan.

6. Perfeksionis
Segala sesuatu harus selesai dengan sempurna,minimal dengan standar saya, harus terlaksana sesuai dengan yang semestinya. Tidak ada istilah sebagian apalagi hanya setengahnya, harus sampai selesai, jadi jangan tanggung-tanggung kalau jadi orang. Jangan heran juga kalau ada orang sering saya ingatkan untuk secepatnya menyelesaikan apa yang telah saya tugaskan untuknya. Hehe, Kalau belum selesai jangan harap anda tenang dari “terror” saya yang akan selalu mengingatkan. Bisa jadi ini adalah sebuah kekurangan dimata orang lain. Tapi prinsip saya jika ingin berhasil jangan setengah-setengah tapi harus total.

7. Padang?? Yes,I am
Hehe jangan heran juga kalau saya sering menghubungkan dengan kata yang satu ini,Padang atau minang. Bukan narsis apalagi rasis, tapi ini adalah bagian dari kecintaan akan kampung halaman. “bak kacang yang tak lupa pada kulitnya”. Begitu juga dengan Padang,karena ini adalah daerah asal saya, daerah yang memberikan pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Menyebut Padang maka itu akan mengingatkan pada masa kecil saya,dan orang tua yang membesarkan saya, dan budaya yang membentuk kepribadian.

8. Tidak nyaman menjadi pusat perhatian
Gerogi,keringat dingin,gemetar,lutut bergoyang,lemas dan lupa semua yang akan dibicarakan..hehe ga segitunya juga sih.. tapi,ini pernah menjadi bagian dari masa lalu saya. Walaupun masih sedikit menyisa sampai sekarang,tapi ini justru memberikan "keuntungan" tersendiri,karena setiap harus tampil di depan banyak orang saya akan mempersiapkannya dengan baik.

9. Lebih unggul?kenapa tidak
Bersaing asal dengan cara yang baik, itu tidak ada larangan dan tidak ada yang melarang. Cemburu untuk mengejar ketertinggalan itu baik,setidaknya menurut prinsip saya. Dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas, maka saya rasa rasa ini perlu dimiliki oleh semua orang. Kalau tidak,harus menunggu berapa abad lagi Negara kita akan maju kalau orang-orang nya sendiri tidak punya keinginan untuk unggul dari yang lainnya. Saya lebih suka berada dalam satu kelompok yang banyak orang-orang hebat didalamnya, karena dengan demikian saya akan termotivasi untuk bisa sehebat mereka atau bahkan lebih.
“jangan harap dunia berubah,tapi diri kitalah yang berubah. Ingat,Alloh berfirman,dia tidak akan merubah nasib sebuah kaum,sampai kaum itu sendirilah yang melakukan perubahan. Kalau kalian mau sesuatu dan ingin menjadi sesuatu,jangan hanya bermimpi dan berdoa, tapi berbuatlah,berubahlah,lakukan saat ini. Sekarang juga!” (novel: Negeri 5 Menara)
Hayuu selamat berkompetisi.

10. Abstract thinker
Dengan pola keabstrakan dalam yang ada dalam pikiran, saya baru akan benar-benar bisa memahami isi pikiran saya sendiri setelah menuliskannya atau merunutnya dengan jelas

11. Visual type Learner
Kalau orang mungkin cukup dengan mendengarkan penjelasan orang lain saja dia sudah paham. Kalau saya harus ditambah usaha lainnya minimal dengan melihat apa yang dijelaskannya. Ada bukti kongkretnya nyatanya. Jadi jangan heran kalu setiap rapat saya selalu akan meminta untuk ditulis di papan tulis. Dengan itu berarti saya dapat melihat sendiri bahkan apa yang saya usulkan. Dengan type visual akibatnya saya sangat membutuhkan keindahan,keteraturan versi saya. Makanya minimal kamar harus terpola dengan baik.

12. Nyanyi?? Apaan tuh..
Haha tidak untuk yang berhubungan dengan dunia yang satu ini, dunia tarik suara. Hehe kalau diajak ke ruang karokean, saya akan lebih memilih main-mainin Hp dari pada ikutan “teriak-teriak” atau bergumam ga jelas.

FULDFK



Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia






Munas VI FULDFK: Keberangkatan

MUNAS VI FULDFK tahun ini akan dilaksanakan dikalimantan. Mendengar kata-kata ini beberapa bulan lalu langsung terbersit keinginan saya untuk ikut bagaimanapun caranya yang penting halal. Saya tahu bahwa akan banyak momentum disini yang akan terjadi disini. Saya ingin menjadi bagian dari momentum itu.selain ada juga keinginan untuk berkunjung ke kalimantan untuk pertama kalinya.
sebelum berangkat,orang yang paling kiri dari penglihatan anda cuma numpang foto..hehe

Ketika tahun lalu ketika munas di Aceh saya juga tidak bisa ikut karena waktunya berbarengan dengan ujian. Tidak ada alasan untuk tidak ikut tahun ini. Setelah dikumpulkan beberapa orang yang juga menjadi pengurus FULDFK dan ditanyain kesediaannya akhirnya diputuskan akan ada lima orang yang akan menjadi delegasi DKM Asy-syifaa FK UNPAD untuk dikirimkan ke Kalimantan. Samarinda lebih tepatnya.

Proses dimulai. Memang sebuah mimpi jika dipegang teguh diiringi usaha untuk mewujudkannya maka Alloh akan memegang mimpi itu dan menjadikannya nyata diwaktu yang tepat. Begitu juga mimpi untuk bisa ke kalimantan ini. Munas VI FULDFK menjadi momentum untuk terwujudnya keinginan itu. Selanjutnya ditunjuk sekretaris untuk mengurusi proposal permintaan bantuan dana ke dekanat. Vita karima dengan cekatan mengurusi masalah ini. mulai dari surat-menyurat hingga ke keuangan diurusi oleh akhwat yang satu ini.

Perjuangan memang tidak akan selalu mudah untuk dilakukan. InsyaAlloh akan selalu ada rintangan yang menghadang,tapi Justru disitu lah seni dari sebuah perjuangan. mulai dari tiket yang harganya berubah setiap saat hingga ke dekanat yang hanya membiayai untuk keberangkatan tiga orang saja. tapi dengan kebulatan tekat akhirnya dengan "nombok" sebagian kelima dari kami akhirnya bisa berangkat ke kota yang orang sana menyebutnya Kota tepian karena kota ini terletak di tepi sungai mahakam yang begitu eksotis.
perjalanan dimulai..

Sampai di sepinggan,bandara intternasional milik kaltim ini berada di kota balik papan. Tiba dan menginjakan kaki untuk pertama kalinya di kalimantan. Berhubung waktu masih pagi dan acaranya baru dimulai malam hari,kami langsung tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mentadaburi keindahan alam balikpapan. Kota yang indah.

Perjalanan dibalik papan memang agak sedikit mennyulitkan karena suhu udara disana cukup panas.)* cukup untuk dikatakan lebih panas dari jakarta yang sudah terkenal dengan kegerahannya. Ada suatu keanehan yang kami temukan disini. Disetiap jalan tidak ada angkutan umum yang namanya Angkot. Kemana-mana harus naik taksi,anehnya lagi taksi harus sering ngetem nunggu-nungguin penumpang dan untuk perjalanan jauh harus nyambung dua sampai tiga kali taksi. Hehe ternyata orang kalimantan menyebut angkutan yang sering membuat macet di ibukota ini dengan sebutan taksi. Taksi alias angkot.

Haha hampir kami menyemplung salah naik angkutan ke "taksi" yang sebenarnya setelah diberitahu oleh seorang bapak-bapak agar naik "taksi" saja ke pusat kota. taksi yang sebenarnya ini diberi nama "Taksi Argo".
mengabadikan moment didepan bandara sepinggan dari kiri,andro unila,nesta,amei,baiz unila,sofa,vita,hanun.

makan siang sambil melepas penat di pusat jajanan kuliner balikpapan,dekat kantor pos.

Perjalanan dilanjutkan menuju sebuah pantai dibelakang pasar yang katanya itu bukan pasar untuk wisata,alias pasar sayur dan sejenisnya. Tapi tak apa2 yang penting pantainya. Maklumlah orang gunung yang baru turun gunung dan dikasih pemandangan pantai pula,jadi ga masalah,yang penting pantai.hihi

Puas dibalikpapan haripun sudah sore,panitia sudah berkali-kali menghubungi dan mengingatkan untuk segera menuju ke samarinda agar bisa ikut acara pembukaan malamnya.
perjalanan dari balikpapan ke samrinda membutuhkan waktu lebih kurang 2.5 jam dengan menggunakan travel.

Tapi lagi-lagi sebuah pengabadian moment memang tidak boleh dilewatkan. sebuah tawaran menarik dari pak supir untuk "beristirahat"* sejenak dalam perjalanan. Dan tempat istirahatnya adalah di jembatan kuning yang menghubungkan samarinda yang berseberangan dipisahkan oleh sungai mahakam ini.)*sebenarnya dengan bujuk rayu agar pak supir mau nungguin kita foto-foto di jembatan ini. haha dasar,ketahuan anak-anak delegasi ini orang yang jarang jalan-jalan.^^

merasupi keeksotisan kota dipinggiran mahakam


penampakan islamic center Samarinda dari jembatan kuning


*bersambung